Piutang Usaha: Definisi, Karakteristik, Jenis, dan Proses

Published On

24 February 2026

main-thumb

Pengelolaan piutang usaha menjadi aspek krusial dalam operasional keuangan perusahaan. Penjualan secara kredit membuka peluang peningkatan volume transaksi, namun juga menghadirkan risiko keterlambatan pembayaran yang dapat mengganggu arus kas.

Proses piutang yang terstruktur membantu memastikan tagihan ditagih sesuai jadwal dan risiko kredit dapat dikendalikan lebih awal. Pemantauan yang konsisten juga menjaga ketepatan pencatatan dalam laporan keuangan.

Apa Itu Piutang Usaha?

Piutang usaha adalah hak atau tagihan perusahaan atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit. Setelah transaksi selesai, perusahaan menerbitkan faktur yang mencantumkan nilai dan tenggat pembayaran, misalnya 30 atau 60 hari. Selama dana belum diterima, jumlah tersebut dicatat sebagai piutang dan dikategorikan sebagai aset

Apakah Piutang Usaha Termasuk Aset?

Piutang usaha termasuk dalam kategori aset karena merepresentasikan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Dalam laporan posisi keuangan, nilai tersebut dicatat pada neraca sebagai aset lancar.

Pengelolaan piutang yang terstruktur berperan penting dalam menjaga akurasi pencatatan keuangan. Pemantauan yang konsisten membantu perusahaan mengendalikan arus kas, mengidentifikasi potensi risiko kredit dari keterlambatan pembayaran, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur terkait kebijakan penjualan dan penagihan.

Karakteristik Piutang Usaha

  1. Jumlah yang Terutang
    Karakteristik utama piutang usaha mencakup nilai kewajiban yang harus dibayarkan pelanggan kepada perusahaan. Nilai tersebut merepresentasikan total transaksi sesuai faktur dan dapat mencakup tambahan biaya seperti bunga apabila terjadi keterlambatan pembayaran sesuai ketentuan kredit. Besaran ini menjadi dasar pencatatan dan pengendalian dalam proses penagihan.
  2. Tanggal Jatuh Tempo
    Setiap piutang memiliki batas waktu pembayaran yang telah disepakati kedua pihak. Tenggat tersebut menjadi acuan kapan kewajiban harus diselesaikan dan kapan perusahaan dapat melakukan penagihan secara resmi.
  3. Umur Faktur (Invoice Aging)
    Pengelompokan piutang berdasarkan lamanya belum dilunasi dikenal sebagai invoice aging. Metode ini memberikan gambaran mengenai posisi tagihan, apakah masih dalam periode normal atau sudah melewati batas waktu. Pengelolaan ini dapat dilakukan dalam dua cara:
    • Harian: diukur dalam hari, memberikan pandangan yang akurat terhadap jumlah yang terlambat dibayar.
    • Bulanan: biasanya dihitung pada tanggal yang sama dengan transaksi awal.

Jenis-Jenis Piutang

Piutang usaha dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu:

  1. Piutang Usaha (Accounts Receivable)
    Jenis ini timbul dari transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Produk telah dikirim atau layanan telah diselesaikan, sementara pembayaran dilakukan dalam periode singkat sesuai kesepakatan, umumnya sekitar satu hingga dua bulan.
  2. Piutang Wesel (Notes Receivable)
    Piutang wesel didasarkan pada pernyataan tertulis yang menyatakan komitmen pembayaran dalam jangka waktu tertentu. Dokumen tersebut menjadi dasar hukum atas kewajiban pelanggan. Periode pelunasannya biasanya lebih panjang dibandingkan piutang usaha biasa, sekitar dua hingga tiga bulan.
  3. Piutang Lain-lain (Other Receivables)
    Kategori ini mencakup tagihan yang tidak berasal dari aktivitas penjualan utama perusahaan. Contohnya termasuk pinjaman kepada karyawan, pendapatan bunga yang belum diterima, klaim pengembalian pajak, atau kewajiban lain yang masih harus dibayarkan kepada perusahaan. Pencatatannya umumnya dipisahkan dalam laporan keuangan agar posisi aset dapat terlihat lebih jelas dan terstruktur.

Perbedaan Antara Utang dengan Piutang

Piutang usaha dan utang usaha sama-sama berperan dalam pengelolaan keuangan perusahaan, namun keduanya mencerminkan arah arus kas yang berbeda. Berikut perbedaannya:

  1. Piutang Usaha (Accounts Receivable / AR)
    Piutang usaha muncul ketika perusahaan telah menyerahkan barang atau menyelesaikan layanan, sementara pelanggan melakukan pembayaran sesuai jangka waktu kredit yang disepakati. Posisi tersebut memberikan hak tagih kepada perusahaan dan dicatat sebagai aset lancar karena merepresentasikan penerimaan kas di periode mendatang.
  2. Utang Usaha (Accounts Payable / AP)
    Utang usaha terjadi saat perusahaan memperoleh barang atau jasa dari pemasok dengan skema pembayaran tertunda. Kewajiban tersebut mencerminkan pengeluaran kas yang akan dilakukan pada periode berikutnya dan dicatat sebagai liabilitas dalam neraca.

Kelola Piutang Usaha dengan BOSNET Distribution Management System (DMS)

BOSNET Distribution Management System memberikan kontrol menyeluruh atas pengelolaan piutang melalui sistem yang terintegrasi dan otomatis. Setiap transaksi penjualan tercatat dengan detail, sehingga proses penagihan dapat dipantau secara konsisten dari penerbitan faktur hingga pembayaran diterima.

BOSNET DMS menyediakan data real-time terkait status faktur, jadwal jatuh tempo, serta proyeksi arus kas. Informasi tersebut membantu tim keuangan mengatur prioritas penagihan, mengurangi keterlambatan pembayaran, dan meningkatkan akurasi pencatatan.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET dapat membantu mengelola piutang usaha dan menjaga arus kas tetap sehat.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribusi #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost


wa-icon